Senin, 04 April 2011

Aku Bangga Indonesia

Aku Bangga Indonesia

PEREKONOMIAN INDONESIA

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya saya dapat menyusun makalah ini dengan tepat waktu. Makalah ini berkaitan dengan perkembangan perekonomian Indonesia. Makalah ini saya susun sebagai tugas pembelajaran yang diberikan oleh Bapak Aris Budi Setyawan selaku dosen mata kuliah Perekonomian Indonesia.

Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang saya hadapi. Namun saya menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan berbagai pihak, sehingga kendala-kendala yang saya hadapi teratasi.

Saya berharap semoga makalah ini dapat berguna bagi kita semua terutama teman-teman kelas 1EB21. Namun saya menyadari bahwa makalah ini belum sempurna. Oleh karena itu saya menerima kritik dan saran dari kalian semua.

PENDAHULUAN

Sudah 66 tahun Indonesia merdeka namun kondisi perekonomian Indonesia masih kurang cukup memadai. Terbukti dengan tingkat pengangguran yang tinggi, tingkat pendapatan masyarakat tergolong kecil, tingkat inflasi yang terus menaik sehingga masyarakat mayoritas dengan kondisi perekonomian yang miskin. Oleh karena itu ahli ekonomi di Indonesia khususnya yang berkewajiban dan bertanggungjawab terhadap kondisi perekonomian di Indonesia seperti menteri keuangan beserta staff-staffnya dan juga lembaga keuangan negara selalu berusaha menomorsatukan tingkat perekonomian Indonesia agar dapat menduduki posisi tinggi dalam suatu perekonomian dunia. Mereka bersaing dalam tataran internasional agar menduduki peringkat atau tingkat yang lebih tinggi dari negara-negara lain. Selama 66 tahun ini mereka bekerja dan hasilnya ditunjukan pada peringkat yang didapat oleh negara Indonesia dalam tataran Internasional. Pada setiap akhir tahun, negara selalu mengumpulkan data-data statistiknya yang berkenaan dengan tingkat pertumbuhan GNP relatifnya, dan dengan penuh harap mereka menantikan munculnya angka-angka pertumbuhan yang membesarkan hati. “Pengejaran pertumbuhan” merupakan tema sentral dalam kehidupan ekonomi Negara Indonesia maupun semua negara di dunia dewasa ini. Seperti kita telah ketahui, berhasil-tidaknya program-program pembangunan di negara ketiga sering dinilai berdasarkan tinggi-rendahnya tingkat pertumbuhan output dan pendapatan nasional.

PEMBAHASAN

jika kita berbicara tentang perekonomian Indonesia, yang akan terpikir di benak kita adalah tentang kondisi dan keadaan ekonomi di Indonesia. Kondisi perekonomian Indonesia dapat diukur dengan menggunakan beberapa indikator, misalnya pendapatan nasional dan Produk Domestik Bruto (PDB). pendapatan nasional dan PDB yang tinggi menandakan kondisi perekonomian suatu negara sedang bergairah.

pemerintah mempunyai berbagai kebijakan untuk menjaga atau memperbaiki kualitas perekonomian Indonesia.

yang pertama adalah kebijakan fiskal. kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang berkaitan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

kebijakan fiskal mempunyai berbagai bentuk. salah satu bentuk kebijakan fiskal yang sedang marak adalah BLT. banyak orang melihat BLT hanya bantuan kepada orang yang kurang mampu. sebenarnya di balik itu ada tujuan khusus dari pemerintah. BLT diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, daya beli masyarakat juga meningkat. dengan demikian permintaan dari masyarakat juga meningkat. meningkatnya permintaan dari masyarakat akan mendorong produksi yang pada akhirnya akan memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia.

contoh lain dari kebijakan fiskal adalah proyek-proyek yang diadakan oleh pemerintah. katakanlah pemerintah mengadakan proyek membangun jalan raya. dalam proyek ini pemerintah membutuhkan buruh dan pekerja lain untuk menyelesaikannya. dengan kata lain proyek ini menyerap SDM sebagai tenaga kerja. hal ini membuat pendapatan orang yang bekerja di situ bertambah. dengan bertambahnya pendapatan mereka akan terjadi efek yang sama dengan BLT tadi.

kebijakan fiskal juga dapat berupa kostumisasi APBN oleh pemerintah. misalnya dengan deficit financing. defcit financing adalah anggaran dengan menetapkan pengeluaran > penerimaan. deficit financing dapat dilakukan dengan berbagai cara. dahulu pemerintahan Bung Karno pernah menerapkannya dengan cara memperbanyak utang dengan meminjam dari Bank Indonesia. yang terjadi kemudian adalah inflasi besar-besaran (hyper inflation) karena uang yang beredar di masyarakat sangat banyak. untuk menutup anggaran yang defisit dipinjamlah uang dari rakyat. sayangnya, rakyat tidak mempunyai cukup uang untuk memberi pinjaman pada pemerintah. akhirnya, pemerintah terpaksa meminjam uang dari luar negeri.

tidak hanya Indonesia, tetapi Amerika Serikat juga pernah menerapkan deficit financing dengan mengadakan suatu proyek. proyek tersebut adalah normalisasi sungan Mississipi dengan nama Tenesse Valley Project. proyek ini dimaksudkan agar tidak terjadi banjir. proyek ini adalah contoh proyek yang menerapkan prinsip padat karya. dengan adanya proyek ini pengeluaran pemerintah memang bertambah, tetapi pendapatan masyarakat juga naik. pada akhirnya hal ini akan mendorong kegiatan ekonomi agar menjadi bergairah.

mari kita mengingat sedikit kejadian pada akhir tahun 1997 saat terjadi krisis moneter di Indonesia. pada saat itu nasabah berduyun-duyun mengambil uang di bank (fenomena bank rush) karena takut bank tidak mempunyai dana yang cukup untuk mengembalikan tabungan mereka. untuk mengatasi masalah ini bank-bank umum diberi pinjaman dari Bank Indonesia yang disebut Bantuan Langsung Bank Indonesia (BLBI).

pada saat itu memang seluruh tabungan dijamin oleh pemerintah, maka dari itu pemerintah juga harus mengambil tindakan saat terjadi fenomena tadi.

seharusnya saat suatu perusahaan (termasuk bank umum) kekurangan modal pemilik harus menambah modalnya pada perusahaan tersebut. ini berlaku pada umum dan pemerintah. jika pemerintah kekurangan dana, pemerintah bisa menambah dana dengan menjual saham yang dimiliki pemerintah. perlu diingat, ada beberapa perusahaan yang sahamnya dimiliki pemerintah.

kebijakan yang kedua adalah kebijakan moneter. kebijakan moneter adalah kebijakan dengan sasaran mempengaruhi jumlah uang yang beredar. jumlah uang yang beredar dapat dipengaruhi oleh Bank Indonesia. selain dengan langsung menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar, mengatur jumlah uang yang beredar juga bisa menggunakan BI Rate. BI rate adalah instrumen dari pemerintah untuk acuan seberapa besar bunga simpanan jangka pendek, misalnya Surat Berharga Indonesia. biasanya bank-bank umum akan menaikkan atau menurunkan suku bunganya seiring dengan naik atau turunnya BI Rate. maka dari itu, saat BI Rate diturunkan, suku bunga kredit juga turun, sehingga biaya investasi ikut turun. dari sini, diharapkan investasi meningkat.

kebijakan moneter juga mengatur tentang giro wajib minimum, yaitu jumlah simpanan bank umum di Bank Indonesia yang merupakan sebagian dari titipan pihak ketiga. saat ini giro wajib minimum sebesar 8 % dari titipan pihak ketiga.

kebijakan moneter juga berpengaruh dalam perdagangan internasional dengan mengendalikan tarif ekspor impor. jika tarif impor naik, dorongan untuk impor berkurang. jika tarif impor turun, dorongan untuk ipmpor bertambah dan harga barang-barang impor menjadi lebih murah.

sedikit tambahan, sekitar 95 % kapas yang digunakan sebagai produksi di Indonesia adalah hasil impor. dalam kasus ini industri katun sebagai hasil olahan kapas dalam negeri akan turun jika tarif impor naik.

satu lagi kebijakan yang dimiliki pemerintah Indonesia adalah kebijakan sektoral. kebijakan ini menitikberatkan pada satu dari sembilan sektor perekonomian di Indonesia. misalnya, di sektor pertanian pemerintah memberikan subsidi pupuk. subsidi ini diberikan agar harga pupuk murah. dengan demikian pupuk akan terdorong untuk dipakai. contoh lainnya adalah kebijakan di sektor industri. di sektor ini pemerintah membuat kebijakan kawasan ekonomi khusus. kawasan ekonomi khusus adalah kawasan yang khusus digunakan untuk pendirian industri. misalnya, kawasan industri Cilacap. kawasan ini mempunyai hak khusus, misalnya di Batam impor bahan mentah tidak terkena pajak, sehingga hal ini akan mendorong produksi di sana.

A. Sistem Ekonomi Indonesia

Sistem ekonomi yang dianut oleh setiap bangsa berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan falsafah dan ideologi dari masing-masing negara. Seperti halnya Indonesia, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia akan berbeda dengan sistem ekonomi yang dianut oleh Amerika Serikat ataupun negara-negara lainnya. Pada awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi liberal, di mana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis.

Pada masa Orde Baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Sistem ini bertahan hingga masa Reformasi. Setelah masa Reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem inilah yang masih berlaku di Indonesia. Berikut ini bentuk sistem ekonomi di Indonesia dari masa Orde Baru hingga sekarang.

1. Sistem Ekonomi Demokrasi

Indonesia mempunyai landasan idiil yaitu Pancasila dan landasan konstitusional yaitu UUD 1945. Oleh karena itu, segala bentuk kegiatan
masyarakat dan negara harus berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sistem perekonomian yang ada di Indonesia juga harus berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sistem perekonomian nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 disusun untuk mewujudkan demokrasi ekonomi dan dijadikan dasar pelaksanaan pembangunan ekonomi. Sistem perekonomian Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 disebut sistem ekonomi demokrasi. Dengan demikian sistem ekonomi demokrasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.

Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyat baik golongan ekonomi lemah maupun pengusaha aktif dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa. Selain itu, negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan perekonomian. Dengan demikian terdapat kerja sama dan saling membantu antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

a. Ciri-Ciri Positif Sistem Ekonomi Demokrasi
Berikut ini ciri-ciri dari sistem ekonomi demokrasi.
1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3) Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
4) Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan untuk permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan terhadap kebijakan ada pada lembaga-lembaga perwakilan rakyat pula.
5) Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
6) Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
7) Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
8). Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

b . Ciri-Ciri Negatif Sistem Ekonomi Demokrasi
Selain memiliki ciri-ciri positif, sistem ekonomi demokrasi juga mempunyai hal-hal yang harus dihindarkan.
1) Sistem free fight liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain sehingga dapat menimbulkan kelemahan struktural ekonomi nasional.
2) Sistem etatisme, di mana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
3) Persaingan tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

2. Sistem Ekonomi Kerakyatan

Sistem ekonomi kerakyatan berlaku di Indonesia sejak terjadinya Reformasi di Indonesia pada tahun 1998. Pemerintah bertekad melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan dengan mengeluarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1999, tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara yang menyatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia adalah sistem ekonomi kerakyatan. Pada sistem ekonomi kerakyatan, masyarakat memegang aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah menciptakan iklim yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha. Sistem ekonomi kerakyatan mempunyai ciri-ciri berikut ini.
a. Bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan yang sehat.
b. Memerhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas hidup.
c. Mampu mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
d. Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja.
e. Adanya perlindungan hak-hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.

B. Pelaku Utama dalam Sistem Perekonomian Indonesia

Sistem ekonomi kerakyatan sendi utamanya adalah UUD 1945 pasal 33 ayat (1), (2), dan (3). Bentuk usaha yang sesuai dengan ayat (1) adalah koperasi, dan bentuk usaha yang sesuai dengan ayat (2) dan (3) adalah perusahaan negara. Adapun dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi “hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh di tangan seorang”. Hal itu berarti perusahaan swasta juga mempunyai andil di dalam sistem perekonomian Indonesia. Dengan demikian terdapat tiga pelaku utama yang menjadi kekuatan sistem perekonomian di Indonesia, yaitu perusahaan negara (pemerintah), perusahaan swasta, dan koperasi. Ketiga pelaku ekonomi tersebut akan menjalankan kegiatan-kegiatan ekonomi dalam sistem ekonomi kerakyatan. Sebuah sistem ekonomi akan berjalan dengan baik jika pelaku-pelakunya dapat saling bekerja sama dengan baik pula dalam mencapai tujuannya. Dengan demikian sikap saling mendukung di antara pelaku ekonomi sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Pelaku-Pelaku_Ekonomi_Dalam_Sistem_Perekonomian_Indonesia_8.2_%28BAB_15%29

Kamis, 03 Maret 2011

PEREKONOMIAN INDONESIA

Secara umum, prospek perekonomian Indonesia tahun 2011 sangat menjanjikan. Dan dengan demikian, potensi untuk memperolah gelar investment grade bukanlah hal yang mustahil. Tetapi, tetap saja ada persoalan-persoalan yang harus segera diatasi. Dan jika tidak, lagi-lagi kita berpotensi akan kehilangan kesempatan untuk kesekian kalinya, di berbagai bidang.

Pada prinsipnya, ada dua bidang besar yang masih menjadi kendala perekonomian kita untuk masuk dalam kriteria perekonomian yang kuat. Tantangan pertama terkait dengan masih relatif kecilnya proporsi sektor keuangan kita terhadap skala perekonomian kita yang sangat besar. Dengan demikian, isu financial deepening masih sangat relevan untuk direspon.Perekonomian maju salah satunya ditandai dengan penetrasi sektor keuangan yang cukup dalam terhadap dinamika perekonomian.

Dalam laporan Bank Dunia, Financial Access 2010, terlihat bahwa jumlah penabung per 1.000 orang di Indonesia masih sangat kecil, yaitu di bawah 1.000. Sementara, Thailand sudah mencapai sekitar 1.500. Bahkan Malaysia sudah lebih dari 3.000. Kecenderungan yang sama juga terjadi dalam hal jumlah pinjaman per 1.000 penduduk. Kita sejajar dengan Kamboja dan Mongolia, dan tertinggal jauh dari Malaysia. Bahkan kita jauh di bawah angka rata-rata untuk negara sedang berkembang.

Persoalan struktural kedua terkait dengan tingkat daya saing sektor riil kita yang masih relatif buruk. Meski World Economic Forum (WEF) dalam “World Competitiveness Report” telah menaikkan indeks daya saing kita dari 54 menuju 44 untuk periode 2010-2011 ini, tetapi tidak serta-merta terjadi perubahan mendasar. Dari laporan tersebut, terlihat bahwa membaiknya tingkat daya saing kita lebih didorong oleh perbaikan faktor-faktor makro ekonomi, seperti tingkat inflasi yang terjaga, pertumbuhan yang relatif tinggi di tengah krisis global, suku bunga yang reletif rendah dsb.

Jumat, 05 November 2010

Makalah Usaha Rumah Makan/Restoran

BAB I

PENDAHULUAN

Seiring dengan peningkatan krisis ekonomi di negara ini maka menyebabkan tingkat pengangguran yang tinggi. Sedangkan kebutuhan manusia terus mendesak hingga akhirnya manusia mencari jalan untuk keluar dari masalah perekonomiannya agar dapat memenuhi kebutuhan. Mereka berusaha mencari peluang kerja yang sesuai dengan kemampuan mereka. Akan tetapi sangat kecil harapan mereka dalam mendapatkan kesempatan kerja karena perusahaan-perusahaan mulai dari perusahaan kecil hingga perusahaan besar pun berupaya mencegah kebangkrutan dengan cara mengurangi tenaga kerja bukan menambah tenaga kerja, selain itu tingkat persaingan diantara mereka sangatlah tinggi. Hal inilah yang menyebabkan para pengangguran kesulitan untuk lepas dari statusnya sebagai penganggur.

Untuk itulah saya menyusun makalah ini untuk membahas mengenai kiat-kiat untuk menjadi pribadi yang handal dalam mencapai keberhasilan agar dapat memenuhi kebutuhan hidup yaitu dengan cara “berwirausaha”. Dan yang akan saya bahas dalam makalah ini adalah mengenai contoh usaha yaitu usaha restoran serta kiat-kiat dalam menjalankan usaha restoran. Mengapa saya mengambil usaha restoran dalam pembahasan kali ini ? karena usaha restoran adalah jenis usaha yang sederhana dan mudah dalam menjalankannya. Usaha ini pun sangat menyenangkan serta banyak manfaat dan nilai positifnya yang akan dibahas lebih lanjut dalam bab pembahasan.

Saya berharap makalah ini mampu memberikan banyak manfaat bagi para pembaca khususnya bagi para pelajar/mahasiswa yang bercita-cita menjadi seorang pengusaha yang hebat dan bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat kelak. Dan semoga makalah ini mampu memberikan bekal, motivasi, dan sangat berguna bagi pembaca.

BAB II

LANDASAN TEORI

Untuk membangun sebuah usaha maka seorang wirausaha harus mengenal terlebih dahulu apa itu yang dimaksud dengan usaha ? jenis usaha apa yang mampu saya jalankan ? hal apa saja yang harus diperhatikan dalam menjalankan usaha ? bagaimana cara mengembangkan usahanya itu ?

Usaha adalah salah satu kegiatan ekonomi yang bertujuan untuk mencapai keberhasilan guna memenuhi kebutuhan finansial yang dikembangkan oleh pemilik. Usaha terbagi menjadi tiga yaitu usaha kecil, usaha menengah, dan usaha besar. Walaupun tingkatnya berbeda namun dalam menjalankannya sama-sama dibutuhkan tanggung jawab dan keberanian dalam menerima resiko. Serta cara pengembangannya pun relatif sama. Penjelasan lebih lanjut mengenai pertanyaan diatas akan dibahas secara mendetail dalam bab pembahasan.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Metode yang penyusun gunakan dalam penyusunan ini adalah metode observasi, kepustakaan, dan deskriptif.

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah penulis dapat mengetahui gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta gejala yang sudah diselidiki.

Adapun langkah – langkah penyusunannya sebagai berikut :
1. Menentukan topik yang akan dibahas
2. Setelah itu penyusun merumuskan masalah.
3. Mengumpulkan data. Untuk mengumpulkan data, penulis menentukan dengan cara browsing melalui internet.
4. Penyusunan makalah. Setelah tahap – tahap sebagaimana diuraikan diatas, maka langkah selanjutnya adalah menyusun makalah agar tujuan dan manfaat dapat dikomunikasikan.





BAB IV

PEMBAHASAN

Wira Usaha adalah kemampuan untuk berdiri sendiri, berdaulat, merdeka lahir batin, sumber peningkatan kepribadian, suatu proses dimana orang mengajar peluang, merupakan sifat mental dan sifat jiwa yang selalu aktif, dituntut untuk mampu mengelola, menguasai, mengetahui dan berpengalaman untuk memacu kreatifitas.

* Kunci keberhasilan Wira Usaha *
1. Kemauan yang keras
2. Perjuangan tak kenal lelah
3. Kesediaan menghadapi segala kemungkinan
4. Selalu berproses pikir positif
5. Telaten dan ulet dalam melakukan pekerjaan
6. Informasi dan konfirmasi harus selalu mendapatkan
7. Kreatif, ulet, telaten, sabar dan pantang menyerah

Perlu diingat bahwa kegiatan wira usaha akan menunjang ekonomi keluarga / pemerintah, baik industri dan perdagangan. Pertumbuhan industri yang diikuti kemajuan perdagangan akan melahirkan kesempatan kerja baru. Lapangan kerja baru ini akan menampung tenaga kerja baru,yang pada hakekatnya mengurangi pengangguran, mengatasi ketegangan sosial, meningkatkan taraf hidup masyarakat, memajukan ekonomi bangsa dan negara, pada akhirnya menentukan pula keberhasilan pembangunan nasional.

Usaha Restoran

Usaha restoran adalah salah satu jenis usaha yang menjalankan kegiatannya berdasarkan pesanan dari pelanggan. Hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan kegiatan usaha ini adalah :

©Pemasaran

Pemasaran adalah salah satu kegiatan untuk menawarkan produk dengan cara memperkenalkan produk atau merk perusahaan atau toko kepada konsumen. Banyak sekali cara-cara pemasaran yang dapat dilakukan pengusaha dalam memasarkan produknya. Cara yang paling sederhana adalah mempromosikan produk dari mulut ke mulut.

©Harga

Harga adalah faktor utama yang sangat mempengaruhi tingkat pemesanan dalam usaha restoran ini. Sebaiknya pengusaha menyesuaikan harga sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pelanggan. pelanggan yang memiliki tingkat penghasilan tinggi atau berasal dari kalangan atas pasti mampu membayar dengan harga tinggi dan tentunya memilih kualitas dan kuantitas yang lebih memadai. Namun bagi mereka yang berpenghasilan rendah atau berasal dari kalangan menengah kebawah, mereka tidak akan mampu membayar dengan harga tinggi dan jika kita memberikan harga tinggi bagi mereka maka mereka akan kabur dan tidak akan menggunakan jasa dari toko kita. Oleh karena itu kita harus mampu menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan membayar konsumen. Agar tidak merasa rugi jika kita memberikan harga rendah maka kita bisa mengurangi kuantitas dari produk kita.

© Menu

Pelanggan biasanya merasa tertarik jika banyak pilihan yang ditawarkan oleh produsen. Mereka dapat memilih jenis pesanan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Buatlah pelanggan merasa tergiur dengan pilihan menu yang ada sehingga akan membantu meningkatkan jumlah atau tingkat penjualan. Pelanggan pun tidak ragu untuk memesan pesanannya kepada produsen. Dan jangan lupa isilah menu dengan menyesuaikan antara tingkat harga dengan kuantitas dan kualitas barang. Dengan begitu konsumen akan merasa puas dan tidak kecewa.

© Rasa

RASA adalah hal yang sangat penting dalam produk makanan. Pelanggan akan kabur dan merasa kecewa jika lidahnya merasa tidak cocok dengan makanannya. Rasa dalam makanan harus sangat diperhatikan agar pelanggan tidak merasa kecewa. Buatlah pelanggan merasa puas dan ketagihan dengan rasa makanan dari menu yang ditawarkan agar pelanggan kembali memesan dan mempercayai untuk menjadi pelanggan tetap.

Berapa pun kecilnya usaha restoran yang dijalankan , usaha tersebut harus dijalani dengan serius. Artinya usaha tersebut harus ditempatkan sebagai usaha yang tidak main-main dan harus ditangani secara profesional.

Kisah pengusaha restoran Chinese

Ketika saya masih muda, ketika saya memikirkan sebuah restoran chinese, apa yang datang pertama di pikiran adalah dekorasi. Mereka sering sudah seperti rasa misteri, dengan lentera kertas, naga disepuh dan kerajinan kayu diukir dengan bunga dan kolibri. Sekarang, saya lebih peduli dengan kualitas makanan, tapi aku masih cinta untuk menemukan tempat di mana baik makanan dan dekorasi yang kedudukan tertinggi.

Hal lain yang favorit tentang restoran chinese adalah bahwa Anda dapat menemukan mereka di mana-mana. Dari Eropa ke Kanada ke Amerika Selatan dan tempat lain di dunia bahwa orang China berimigrasi ke, Anda dapat menemukan restoran ini. Bila bepergian, mereka menyediakan menyambut perubahan dari masakan lokal, serta rasa keakraban. Anda sering menemukan bahwa rasa akan telah dimodifikasi sedikit untuk langit-langit lokal.

Seperti yang Anda bayangkan dengan negara yang begitu besar, ada berbagai gaya masakan Cina. Seperti banyak daerah, mereka sering dipengaruhi oleh iklim. Mengingat ukurannya, Cina sangat bervariasi dalam cuaca yang berpengalaman dari satu daerah ke daerah lainnya.

Orang-orang Cina pertama yang berimigrasi ke Amerika pada umumnya Kanton. Mereka datang ke sini untuk melarikan diri rumah dan juga untuk mencari pekerjaan. Pada hari-hari awal, ini sering di rel kereta api. Namun, mereka juga membawa serta kebudayaan mereka.

Karena semakin banyak orang Cina datang ke Amerika, Pecinan mulai bermunculan di kota-kota besar, seperti San Fransisco, di mana ada konsentrasi Cina. Daerah ini diciptakan tempat eksotis untuk non-Cina untuk pergi dan mendapatkan paparan pemandangan seperti akupunktur, apotek herbal, Kung Fu dan, tentu saja, makanan.

Karena imigran, Kanton adalah gaya pertama makanan Cina di Amerika Serikat. Di antara hidangan khas Kanton semua pilihan manis dan asam yang terkenal. Kanton koki menggunakan berbagai metode memasak termasuk menumis, memanggang dan mengukus. Kanton juga membawa bersama mereka kebiasaan dim sum, yang sejenis pangsit atau kue dengan berbagai tambalan mungkin. Jika Anda cukup beruntung untuk tinggal di dekat sebuah restoran dim sum, ini sangat populer sebagai bentuk Minggu brunch.

Kemudian, gelombang imigran berasal dari daerah lainnya di Cina, dengan membawa variasi lain dari makanan Cina. Salah satu yang paling dikenal adalah Szechuan, jenis yang sangat pedas dari masakan dari provinsi terbesar di Cina. Sebagai kawasan ini di sepanjang rute perdagangan, itu pengaruh luar dari tempat-tempat seperti India, terkenal karena rempah-rempah panas mereka. makanan Szechuan memanfaatkan paprika lada dan cabai serta bawang merah dan bawang putih.

Banyak restoran Tionghoa kini memiliki pilihan dari berbagai jenis masakan Cina. Hal ini memberikan Anda kesempatan untuk sampel gaya yang berbeda dan mencari tahu preferensi Anda. Karena piring sering kali datang dalam porsi besar, mereka yang sempurna untuk sebuah kelompok untuk nomor pesanan untuk berbagi. Apakah Anda sudah pernah mencoba makanan Cina, telah lama atau Anda baru saja kemarin beberapa, ada pasti akan restoran chinese bagi Anda untuk mencoba dekat Anda.

BAB V

KESIMPULAN

Usaha Restoran datang dalam bisnis terbaru yang telah mendapatkan popularitas di seluruh dunia. Hal ini dianggap sebagai salah satu usaha berskala besar yang dilengkapi oleh ide usaha yang kreatif. Ide-ide tersebut adalah :

  • J Kebutuhan dan keinginan pelanggan
  • J Produk yang dijual
  • J Wide layanan. Yaitu penyedia layanan yang baik dalam bidang jasa dan tempat
  • J Presentasi dan faktor harga

DAFTAR PUSTAKA

http://arina.host22.com/Pengertian_Wira_Usaha.html

kamissore.blogspot.com